Bumkal kuat, usaha berkembang, ketahanan pangan semakin tangguh
Giriharjo, 26 Agustus 2026 — Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengembangkan
potensi usaha ekonomi desa terus dilakukan oleh Bumkal Giriharjo Mandiri
melalui budidaya DOC ayam pullet. Pada tahap kedua ini, Bumkal Giriharjo
Mandiri kembali mengembangkan sebanyak 3.000 ekor ayam pullet yang saat
ini telah memasuki usia 13 minggu.
Kegiatan monitoring dilaksanakan
oleh Tim Pendamping Profesional (TPP) yang terdiri dari Tenaga Ahli
Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), Pendamping Desa (PD), dan Pendamping Lokal Desa
(PLD). Monitoring dilakukan sebagai bagian dari pendampingan dan pengawasan
terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan yang dikelola oleh Bumkal, sekaligus
untuk melihat perkembangan usaha secara langsung di lapangan.
Dalam monitoring tersebut, tim
melakukan peninjauan terhadap kondisi dan perkembangan ayam, pemeliharaan,
pemberian pakan, kesehatan ternak, kebersihan kandang, serta pengelolaan usaha yang
dilakukan oleh pengurus Bumkal. Usia 13 minggu merupakan fase penting dalam
pertumbuhan ayam pullet sehingga diperlukan pemeliharaan yang baik dan
konsisten agar dapat mencapai kondisi optimal sesuai target budidaya.
Budidaya ayam pullet yang saat ini
memasuki tahap kedua menunjukkan adanya keberlanjutan usaha yang telah
dikembangkan Bumkal Giriharjo Mandiri. Pengembangan usaha secara bertahap
diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan Bumkal, membuka peluang
ekonomi, serta memberikan kontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan dan
perekonomian masyarakat kalurahan.
Melalui monitoring dan pendampingan
yang dilakukan secara berkala, diharapkan setiap proses usaha dapat berjalan
sesuai perencanaan, pengelolaan semakin profesional, serta potensi kendala
dapat diketahui dan ditindaklanjuti sejak dini.
Comments
Post a Comment